Platform Pendaftaran Vaksinasi

Pemerintahan akan mengaplikasikan program satu data dalam distribusi vaksin Covid-19. Peraturan untuk memberikan dukungan implementasi itu juga dikeluarkan lewat Ketentuan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 mengenai Penyediaan vaksin dan penerapan vaksinasi dalam Kerangka Pengendalian wabah Covid-19.

Direktur Khusus PT Pertamina Bina Medika IHC, Fathema Djan Rachmat menjelaskan untukĀ  merealisasikannya, dibutuhkan basis digital untuk memudahkan proses distribusi vaksin. Termasuk untuk mencatat warga yang akan lakukan vaksinasi berdikari. situs slot online

“Dalam rencana satu data, nantikan kelak program usai baru dapat memakai basis agar sesuai distribusinya,” kata Fathema dalam Seminar-online Penyiapan Infrastruktur Data dan Service Vaksinasi Covid-19, Jakarta, Selasa (1/12).

Basis registrasi vaksinasi berdikari itu ditarget akan usai saat sebelum tanggal 1 Januari 2021. Tetapi, proses registrasi itu baru dapat dikerjakan sesudah dibuka memperoleh ijin dari Kementerian Kesehatan.

“Vaksinasi kapan diawali akan disosialisasikan bersamaan dengan Kemenkes dan Kominfo, kata Direktur Digital Healthcare PT Bio Farma (Persero) Soleh Ayubi.

Dalam proses distribusi vaksin memerlukan data spesial sebab peluang tidak dapat didapat dari Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Juga dengan data dari BPJS Kesehatan sebab info yang diperlukan harus detil. Seumpama berkenaan keadaan seorang pada kondisi hamil, menyusui, sampai penyakit bawaan.

“Walau memerlukan banyak data, Kami pastikan akan memberikan fasilitas proses memasukkan data segampang kemungkinan,” kata Soleh.

Menteri Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan jika warga yang inginkan vaksinasi secara berdikari dapat mendaftarkan lewat program dan web. Tetapi, untuk warga yang terhalang signal internet, proses vaksinasi akan menyertakan TNI atau Polri daerah di tempat secara manual.

Updated: January 9, 2021 — 5:11 am

Leave a Reply

Your email address will not be published.