Pembangkit Listrik

Utilisasi dari kemampuan dipasang panas bumi atau geothermal di Indonesia untuk pembangkit listrik masih bisa dimaksimalkan dalam periode wabah covid-19.

Dalam pemaparannya, Daniel mengatakan pendayagunaan energi terbarukan masih rendah. Untuk geothermal, pendayagunaannya 2,13 GW atau 8,9 % dari kekuatannya 23,9 GW.

“Kekuatan kita lumayan besar. Tentu saja ini challenge-nya ialah dari segi keekonomian project-nya.

Sekarang ini, kemampuan geothermal yang dipasang oleh Pertamina keseluruhannya telah 670 MW. Sesaat sasaran 5 tahun kedepan, Pertamina akan melipatgandakan kemampuan yang saat ini jadi 1,3 GW.

“Indonesia benar-benar secara global ini berada di rank ke-2 , di bawah Amerika dengan keseluruhan kemampuan yang ada di atas 2 GW, dan saya anggap ini tetap akan berkembang di depan walau jika disaksikan kemampuan ini cuman 8,9 % yang baru termonetize,” kata Daniel.

Indonesia mempunyai bermacam kekuatan energi yang terdapat di dalamnya, terhitung panas bumi. Salah satunya sumber panas bumi ada di Kamojang yang ada di rangkaian Gunung Guntur, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ini yang selanjutnya digunakan PT PLN (Persero).

Semenjak tahun 1982, PLN sudah manfaatkan energi panas bumi untuk hasilkan energi listrik lewat Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, yang berada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dimulai oleh satu unit pembangkit memiliki seputar 30 MW, sekarang PLTP Kamojang sudah mempunyai tiga unit pembangkit dengan keseluruhan kemampuan sejumlah 140 MW.

“Unit ke-2 bekerja pada 29 Juli 1987 dan unit ke-3 pada 13 September 1987, semasing kemampuannya 55 MW. Sekarang, produksi listriknya capai 2,4 giga watt hour per tahun,” papar Vice President Public Relations PLN, Dwi Suryo Abdullah dalam penjelasannya, Rabu (18/3/2020).

PLTP Kamojang sekarang diatur oleh anak usaha PLN yakni PT Indonesia Power lewat unitnya Kamojang Power Generation O&M Servis Unit (POMU).

Updated: January 12, 2021 — 4:25 am

Leave a Reply

Your email address will not be published.